Sabtu, 12 Maret 2011

ISPO 3rd 2011

Heaaaaa, untuk berbagi kisah tentang pengalaman saya lomba KIR kemaren, ini sejumlah poto poto hasil jepretan kamera dimas sama kamera hape sayaaa. Cekidooot ^^Nah, ini pintu masuk Balairung Universitas Indonesia. Welcome :)

Ini dia tampak dalam Balairungnyaa. Luas loh ini, tapi karena udah dibikin stan stan begini jadi keliatan sempit.

___


Nah yang dibawah ini, kami yang jaga stan wajib ngasih penjelasan ke semua pengunjung yang mampir ke stan kita. baik itu ibu ibu, bapak bapak, kakek nenek, anak anak, turis. Semua nya ada disini.



Poto poto dibawah ini adalah temen temen dari berbagai propinsi yang stannya deket stan saya sama ratna. Mereka ramah loh walaupun logat nya beda beda. Ini yang bikin seru dan bikin saya kangen masa masa ISPO ^^



Kalo yang ini poto poto buat kenang-kenangan hehe

Kalo ada yang tanya cowok samping saya itu siapa, itu kak adam, alumni SMANDA. Dia bantu bantu pas hari terakhir pameran buat ngangkat ngangkatin alat plus properti. Dan kak Adam sangat membantu hahaha. Terimakasih kak adam ^^
_____

Kalo yang diatas di Balairung, poto poto dibawah ini poto di TMII ( pas penutupan) sama di Gedung DPR. Yuk yuk liaaat


Mana sayaaaaaa? saya yang motoin hhaha T_T



Kalo yang diatas ini saya dibelakang. Sedih loh ga keliatan kameraa hahaha -__-

______

Poto poto di Gedung DPR. Kenapa kami kesini? karena ketua DPR nya ngundang anak anak yg lolos ISPO buat makan malem disana. Waktu itu saya dipilih buat maju nyerahin cinderamata dari ISPO ke ketua DPR, tapi sayang ga ada yang motoin hahaha *justshare*


Yang di bawah ini di TMII...


Waktu itu ditampilin 3 tarian, ada dari Turki sama dari pulau Jawa. Oiya, pembawa acaranya Cici Tegal sama pelawak, saya lupa namanya hehe.
Nah, pas pengumuman smanda ga kesebut. Maap ya SMANDA :')

Sebenernya sebelum ke Gedung di TMII ini, saya, santi, dimas, ratna, ridho sama yanet maen keliling keliling TMII naek sepeda yang bertiga bertiga. Sumpah ya tuh sepeda susah bener ngendaliinnya kalo rame rame. Nyeimbangin aja susah haha. Ngakak sepanjang jalan. Waktu itu saya barengan sepeda sama dimas sam ratna. Dimas yang paling depan megang kendali. Sayang potonya belum di aplot sama santi. Ntar kalo udahm pasti saya share disini hehe.

5 hari yang mengesankan. Eh, engga deng, SANGAT SANGAT MENGESANKAN hahaha..

Cute Turtle




Oh my God, how cute you are (>.<)

Rabu, 09 Maret 2011

DREAM ! (part II)

Lalu aku merasakan air jatuh ke bahu belakangku. Aku mengadahkan tangan tetapi tidak ada hujan. Aku tersadar. Dia menangis. Dia menangis didekapanku. Hatiku semakin tak karuan. "Sejak kapan suka menangis?" tanya ku. Dia tertawa. Lalu setelah kembali tenang, ia menghela nafas dan berkata "Sejak aku mencintaimu..". Aku terkejut. Aku merasakan jantungku berdebar lebih kencang. Air mataku jatuh tak terkendali. Aku tak pernah mendengar ketulusan sedalam ini. Dan kini, aku merasakan sendiri. Aku yang mengalaminya sendiri. Aku tidak percaya dia mengatakannya. Aku merasakan ini terlalu sempurna. Apakah ini hanya mimpi? Aku takut. Kalau pun hanya mimpi, aku tak ingin bangun. Aku ingin di alam mimpi bersamanya. Sungguh..
Dia melepaskan pelukannya, lalu meraih tanganku dan menatapku dalam dalam. Kedua mata kami berair. Air mata bahagia. Dia berkata "Aku sungguh mencintaimu, sekarang, mudah mudahan sampai nanti". Benar aku merasakan begitu tulusnya perkataannya, tatapannya, genggaman tangannya. Aku yakin dia tidak main main. Perkataan yang bukan janji tetapi tulus. Aku bahagia mendengarnya.
"Aku.. Mmm, jangan pernah pergi dariku lagi". "I'll try" jawabnya sambil mengulurkan jari kelingking. Aku membalas dengan jari kelingkingku sambil tersenyum.
Begitulah dia, dia tak pernah berkata "aku berjanji" tapi "aku akan mencoba dan berusaha". Orang paling bijak yg pernah aku temui. Aku senang mendengarnya. Bukan orang yang terus berjanji. Kadang aku muak mendengarnya. Terlalu menantang masa depan.
Aku dan dirinya menatap laut. Tanganku digenggamannya. Aku menoleh dan sadar bahwa dirinya sedari tadi menatapku, bukan laut. "apa?" tanyaku. Dia menggeleng dengan tetap menatapku. "Apaaaa?" tanyaku lagi. Dia tersenyum dan berkata "Dulu, saat aku merindukanmu, aku selalu menatap laut, menikmati hujan atau merawat mawar putih. Aku bosan dengan itu semua. Sekarang kau disini, untuk apa aku menatap laut?"
Hatiku terenyuh. Aku tersenyum sambil menahan linangan air mata. Dia begitu sempurna..

Selasa, 08 Maret 2011

DREAM ! (part I)

Terik mentari membakar kulitku. Aku terus melangkahkan kaki menyusuri jalan setapak. Entah ke arah mana. Aku hanya mengikuti jalan. Aku merasa kan bahu ku sangat berat. Dadaku sesak. Mataku panas. Hatiku tertekan. Jiwaku tak karuan. Otakku pun tak mampu mengatur semuanya sebaik dulu. Otakku selalu tak sejalan dg hatiku. Apa yang aku pilih selalu bertentangan dg hati. Memutuskan hal yang paling pribadipun otakku tak mampu. Beberapa bulan sudah itu terjadi. Kesalahan besar dalam hidupku. Kata yang paling tepat untuk menggambarkan diriku yaitu "Bodoh" "Tidak sayang diri sendiri". Membiarkan mereka tertawa. Dan hati diri sendiri menangis tersedu.
Sepanjang jalan pikiranku terus bekerja keras, memikirkan hal ini. Hal yang selalu membuat dadaku penuh sesak. Lagi aku berfikir, tidakkah aku telah melakukan kebaikan? Atau hanya sia sia? Setelah aku menyesali ini, aku berniat akan sungguh sungguh. Aku berjanji pada diri sendiri. Tapi lagi lagi, atas perintah otakku, bukan hatiku. Kebaikan ataupun kesalahan apa mereka peduli? Aku sungguh takut mereka tetap bertahan berdiri didepan dia. Aku takut mereka tetap membela dia. Aku sungguh takut.
Aku kembali fokus ke arah jalan. Aku menemukan danau dan disebelahnya terdapat gubuk kecil. Aku sadar aku sangat kelelahan. Sudah seharian aku menyusuri jalan setapak ini. Mencari sampai mana ujungnya. Aku mencoba melihat ke arah dalam gubuk. Mencari siapapun yang berada didalamnya. Tetapi aku tak melihat siapapun didalamnya. Aku mencoba masuk dan mencari tempat beristirahat. Aku mulai mengantuk dan tanpa sadar aku terlelap..
Dari gelap, menjadi cerah. Aku tersadar telah berada di kursi panjang besi berwarna putih di depan laut. Aneh, aku tidak merasa panas. Udara dan cuaca sangat nyaman kurasakan. Tak kulihat ternyata ada sesosok pria duduk pula disampingku. Dia menoleh dan berkata "Hai, sudah bangun?" tanyanya sambil tersenyum. Teduh dan sangat perhatian. Aku merasakan jantung yang terus berdebar. Aku merasa sangat rindu pada pria ini. Tapi sungguh, aku tidak mengenalinya. Aku bingung. Lalu seolah dia dapat membaca pikiranku, dia berkata "mau air mineral? Baik buat aliran darah untukmu sekarang". Aku tersentak, mungkinkah dia? Perkataannya? Aku pernah mendengar itu dari orang yang sangat aku sayang. Aku terus memperhatikan dia dengan menahan tangis. Aku memperhatikan cara nya menatapku, caranya berjalan, caranya menuangkan mineral kedalam gelas. Aku merindukan orang itu. Tak terasa air mataku jatuh. "Kau tidak apa apa?" tanyanya sambil mengusap pipiku. "jangan menangis, ada
aku disini". Aku terus menatapnya dan membiarkan tangan hangatnya menghapus air mata dipipiku. "Kau kenapa?" tanyanya lembut. Aku senang mendengarnya. Lalu ia mencondongkan badannya dan segera memelukku. Hangat. "sudah lebih baik?" tanya ia lagi. Setelah beberapa menit dan tangisku mulai mereda, dia melepaskan pelukannya. Dia memegang bahuku dan menatapku lurus lurus. "Sejak kapan kau bisu?". Aku tersenyum kecil masih dg linangan air mata. "Sejak kau pergi" jawabku lirih. Wajahnya terlihat sedih beberapa detik lalu berubah tenang lagi. "Boleh aku memelukmu lagi?"tanya nya. Aku tersenyum dan mengangguk pelan. "Aku sangat merindukanmu" ujarnya lirih saat memelukku. Hatiku mengembang. Kata kata ini lah yang sangat aku ingin dengar selama ini. Kata kata inilah yang aku impikan terucap langsung dari mulutnya. Air mataku jatuh lagi. "Aku juga" jawabku sambil menahan isak tangis. Dekapannya semakin erat. Seolah tak ingin melepaskannya. Aku berharap saat ini
juga waktu berhenti. Biarkan aku dipelukannya. Hanya aku dan dia. Aku tak ingin melepasnya. Aku tak ingin dia jauh dariku. Saat saat jantungku terdengar olehnya. Saat saat jantungnya terdengar olehku. Begitu juga nafasnya, tangannya, wajahnya..