Selasa, 08 Februari 2011

Mereka.. Keluargaku

Ketika aku merasa tak seorangpun berada dipihakku. Tak seorangpun mengerti keadaanku. Tak seorangpun melihatku. Tak seorangpun mendengarkanku. Aku buta segalanya. Aku jatuh tak terjangkau. Tetapi akupun tak sadar, aku lupa kepada orang yang berada disekelilingku. Mereka yang membuat sedihku berubah menjadi tawa ceria. Mereka yang menuntunku untuk berdiri tegak. Mereka yang membangunkanku dari kerendahan diri. Benar, aku lupa akan itu. Tapi kini aku sadar, mereka akan berusaha mencariku, mereka mencari kemana aku jatuh. Walau dalam kegelapan? Ya, aku percaya itu. Kalian tau? Sesungguhnya hal yg sangat membahagiakan adalah menyadari bahwa kau disayangi banyak orang. Terimakasih semua, maaf aku mengabaikan kalian sesaat.

Bahagiakanlah mereka ya Allah. Amiiiiin :')

Minggu, 06 Februari 2011

Perasaan terdalam, terpendam

Ibu, maafin aku ya. Aku selalu aja cengengesan kalo di nasehatin tentang belajar. Sebenernya, saat itu aku lagi usaha keras nahan air mata. Aku nggak tahan ngeliat wajah ibu serius penuh harap gitu. Aku maunya ibu senyum dan ketawa terus. Nggak ada cara laen buat nahan nangis selain dengan ketawa. Walaupun begitu, aku serius kok bu sama pelajaran. Aku kan udah janji mau ngebanggain ibu sama bapak. Percaya sama aku ya bu, pak? .(~.~).

Sabtu, 05 Februari 2011

Hujaaaaaaaaan


HUJAAAAAAAAAAAN ! Saya bener bener suka sama kejadian yang satu ini. Waktu langit mulai gelap, angin mulai sepoi sepoi, udara mulai menusuk, perlahan air jatoh dari langit. Huaaaaa, saat itu juga perasaan saya jadi seneng. Perlu diinget, HUJAN itu anugrah dari yang diatas. Itu ada di Al-Qur'an looooh.
Coba deh, diem saat hujan turun. Perhatiin air yang jatoh dari langit itu. Bening. Mungkin saat itu juga kalian bakal inget seseorang. Seseorang yang sangat kalian cinta, atau bahkan yang kalian RINDUKAN. iya, hujan punya melodi sendiri untuk orang yang sedang jatuh cinta dan orang yang merindukan seseorang. Nggak percaya? hmm buktiin sendiri dooong ! Ayo kita berpuitis riaaa hahaha °\(^▿^)/°

Senin, 31 Januari 2011

Inikah rasanya?

Hmm, kadang aku tanya sama diri sendiri. Apa ini yang disebut malu? Apa ini yang disebut "jatuh"? Apa ini yang disebut trauma? Apa ini yang disebut "sakit"? Kadang pun aku berkata "kenapa harus aku ya Allah?" *astagfirullahalaziiim" ( maaf aku khilaf) aku bener bener nggak tau harus gimana. Aku nggak setegar itu. Aku nggak sekuat itu. Aku cuma cewek cengeng yang apa apa di pikirin, apa apa di bahas, apa apa di renungin. Bahkan hal kecil yang menurut orang bener bener nggak penting aja aku pikir panjang. See? Sebegitukah lemahnya aku, aku kembali bertanya. Sebegitu sensitifnya aku? Sebegitukah kejamnya aku pada diri sendiri? Apa bahkan aku tak menyadari aku begitu kejam? Aku tau, aku nggak boleh menyalahkan diriku. Tapi apa lagi yang harus kulakukan? Apa aku harus terus meminta maaf? Sampai kapan? Maaf aku selalu menjadi orang yang mengeluh. Maaf aku selalu menjadi orang yang teledor. Aku minta maaf atas segala keegoisanku. Aku.. Sungguh.. Aku tak
bermaksud begitu :/
Aku sering bermimpi menjadi orang yang mendongakkan kepalanya dan berkata "Aku kuat, aku tegar, aku bisa melakukan apapun yang kumau, aku adalah aku, tanpa rekayasa" sambil tersenyum penuh kemenangan. Kau tau? Aku ingin seperti itu. Aku benci terlihat lemah, aku benci terlihat sedih, aku benci orang memandangku kasihan, aku benci membuat orang lain marah, kesal, sedih, dan menangis karena ku. Aku.. Sungguh.. Aku tak bermaksud begitu..
Ya Allah, apa ini yang disebut "Pendewasaan"? Apa ini yang disebut "cobaan"? Jika "ya" aku tak segan melewatinya dengan senyuman. Aku rela.. Sungguh..